TIMES BIAK, JAKARTA – Dawet merupakan kuliner khas Jawa yang umumnya berbahan dasar tepung beras atau pati kacang hijau yang diproses hingga menajdi bulir-bulir.
Dawet kemudian dicampur dengan kuah santan dan gula merah yang menhasilkan rasa manis gurih. Tapi di Kulon Progo, DIY ada dawet dengan rasa pedas. Namanya dawet sambel.
Dawet sambel merupakan kuliner khas Kulon Progo yang mulai populer di tahun 1950-an. Meski demikian banyak yang meyakini, dawet sambel sudah ada jauh sebelum tahun 50-an.
Seperti namanya, dawet sambel punya rasa pedas dari sambal atau dalam bahasa Jawa disebut sambel. Sambal yang dipakai adalah sambai kelapa sangrai yang diolah bersama cabai.
Bahan dawet yang digunakan juga tak biasa. Dawet ini dibuat dari tepung umbi ganyong. Satu mangkuk dawet sambel berisi dawet, sambal kelapa, tauge, tahu. Kuahnya air gula jawa. Bawang goreng tak lupa ditaburkan di atas sajian dawet sambel.
Gimana bisa membayangkan rasanya? Dah lahh, nggak perlu dibayangkan, langsung aja di coba. Dawet sambel dijajakan di pasar tradisional di Kulon Progo.
Salah satu yang terkenal adalah dawet sambel Mbah Ponirah, peracik, pedagang sekaligus pelestari kuliner tradisional ini. Mbah Ponirah berjualan di rumahnya di Dusun Sokomoyo, Girimulyo, Kulon Progo, DIY.
Dawet sambel juga telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda sejak 2019. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Dawet Sambel, Kuliner Unik Asal Kulon Progo
| Pewarta | : Dhina Chahyanti |
| Editor | : Dhina Chahyanti |