https://biak.times.co.id/
Berita

Belasan Tanker Minyak Sanksi AS Tinggalkan Venezuela, Diduga Hindari Blokade Laut

Selasa, 06 Januari 2026 - 19:26
Belasan Tanker Minyak Sanksi AS Tinggalkan Venezuela, Diduga Hindari Blokade Laut Ilustrasi - Kapal tanker berlayar di laut lepas. ANTARA

TIMES BIAK, JAKARTA – Sedikitnya 16 kapal tanker minyak yang masuk dalam daftar sanksi Amerika Serikat dilaporkan meninggalkan sejumlah pelabuhan Venezuela dalam beberapa hari terakhir. Pergerakan kapal-kapal tersebut diduga sebagai upaya menghindari blokade laut AS terhadap ekspor minyak Venezuela.

Mengutip laporan The New York Times, Anadolu melaporkan pada Selasa bahwa aktivitas tersebut terdeteksi melalui citra satelit, data pelayaran, serta informasi dari sumber industri. Empat kapal terpantau berlayar di perairan timur Venezuela dengan cara menyamarkan identitas atau memalsukan lokasi kapal, sebuah taktik yang dikenal sebagai spoofing.

Selain itu, sebanyak 12 kapal tanker lainnya dilaporkan menghentikan siaran sinyal pelacakan sepenuhnya dan tidak lagi terdeteksi pada citra satelit berikutnya. Langkah ini diduga dilakukan untuk menghindari pemantauan otoritas internasional.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa 15 dari 16 kapal yang terdeteksi bergerak pada Sabtu (3/1) sebelumnya telah dikenai sanksi oleh Amerika Serikat karena pernah mengangkut minyak dari Iran dan Rusia.

Sumber industri menyebutkan, keempat kapal yang masih dapat dilacak tersebut diduga meninggalkan pelabuhan tanpa izin dari otoritas sementara Venezuela yang mengawasi sektor perminyakan. Seluruh kapal itu diketahui telah berlabuh di terminal ekspor selama beberapa pekan sebelum akhirnya berangkat pada akhir pekan lalu.

Amerika Serikat resmi memberlakukan blokade total terhadap kapal tanker minyak Venezuela yang masuk daftar sanksi pada 16 Desember lalu. Kebijakan tersebut bertujuan memutus aliran pendapatan utama pemerintah Venezuela dari sektor minyak.

Pejabat AS menyatakan penegakan aturan difokuskan pada kapal-kapal armada bayangan yang telah dikenai sanksi. Sementara itu, ekspor minyak dalam jumlah terbatas oleh perusahaan Amerika Serikat masih diperbolehkan.

Sejak blokade diberlakukan, pasukan AS dilaporkan telah menyita atau mencegat sejumlah kapal tanker yang berupaya mengangkut minyak mentah Venezuela. Di sisi lain, Venezuela menghadapi tekanan untuk segera menyalurkan minyaknya karena kapasitas penyimpanan hampir penuh. Penghentian produksi dalam waktu lama dinilai berisiko merusak fasilitas penyimpanan serta infrastruktur perminyakan negara tersebut.(*)

Pewarta : Imadudin Muhammad
Editor : Imadudin Muhammad
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Biak just now

Welcome to TIMES Biak

TIMES Biak is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.